Skip to main content

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Ekonomi Sosial

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Keuangan


ASPEK KEUANGAN

Investasi yang dilakukan dalam berbagai bidang bisnis (usaha), sudah barang tentu memerlukan sejumlah modal (uang), disamping keahlian lainnya. Modal yang digunakan untuk membiayai suatu bisnis, mulai dari biaya prainvestasi, biaya investasi dalam aktiva tetap, hingga modal kerja. Untuk pertama kali modal digunakan untuk membiayai biaya prainvestasi, seperti pengurusan izin-izin dan pembuatan studi usaha. Kemudian selanjutnya yang harus dikeluarkan adalah untuk pembelian aktiva tetap seperti pembelian tanah, pendirian bangunan atau gedung, pembelian mesin-mesin, dan aktiva tetap lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai sumber dana yang ada, baik bersumber dari modal sendiri atau modal pinjaman. 
Secara keseluruhan penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti:
  1. Sumber-sumber dana yang akan diperoleh
  2. Kebutuhan biaya investasi
  3. Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi.
  4. Proyeksi neraca dan laporan laba rugi untuk beberapa periode kedepan
  5. Kriteria penilaian investasi
  6. Rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan

A. Sumber-sumber dana
1. Modal Asing (Modal Pinjaman) 
Merupakan modal yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya doperoleh dengan status pinjaman. Bila menggunakan modal pinjaman tentunya sudah pasti akan terkena beban biaya administrasi, provisi, dan komisi serta bunga yang besarnya relatif. Beberapa sumber dana dari modal asing, diantaranya:
  • pinjaman dari dunia perbankan
  • pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan ventura, asuransi, leasing, dana pensiun, atau lembaga keuangan lainnya.
  • pinjaman dari perusahaan non bank.

2. Modal Sendiri
Adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham baik secara tertutup (hanya dari kalangan internal pemilik saham sebelumnya) atau terbuka (dengan menjual saham kepada masyarakat luas). Perolehan dana dari modal sendiri diantaranya:
  • setoran dari pemegang saham
  • dari cadangan laba, atau
  • dari laba yang belum dibagi

B. Biaya kebutuhan investasi
Komponen yang terkandung dalam biaya investasi biasanya disesuaikan dengan jenis usaha yang akan dijalankan. Secara garis besar biaya kebutuhan investasi meliputi:
  1. Biaya prainvestasi; biaya yang dikeluarkan pada saat sebelum kegiatan bisnis dijalankan seperti, biaya pembuatan studi dan biaya pengurusan izin-izin.
  2. Biaya pembelian aktiva tetap, termasuk didalamnya biaya aktiva berwujud seperti (tanah, mesin-mesin, bangunan, peralatan, inventaris kantor dan aktiva berwujud lainnya). Sementara aktiva tetap tidak berwujud antara lain seperti (good will, hak cipta, lisensi, dan merek dagang)
  3. Biaya operasional yaitu biaya yang dikeluarkan ketika suatu bisnis telah berjalan, seperti; upah dan gaji karyawan, biaya listrik, biaya telepon dan air, biaya pemeliharaan, pajak, premi asuransi, biaya pemasaran, dan lainnya.

C. Arus Kas (Cash flow)
Cash flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada diperusahaan dalam suatu periode tertentu. Cash flow menggambar beberapa uang yang masuk (cash in) ke perusahaan dan jenis-jenis pemasukan tersebut. Cash flow juga menggambarkan beberapa uang yang keluar (cash out) serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan. Jadi arus kas adalah jumlah uang yang masuk dan keluar dalam suatu perusahaan mulai dari investasi dilakukan sampai dengan berakhirnya investasi tersebut. Dalam hal ini, bagi investor yang terpenting adalah beberapa kas bersih yang diterima dari uang yang diinvestasikan di suatu usaha. Pentingnya kas akhir bagi investor jika dibandingkan dengan laba yang diterima perusahaan dikarenakan:
  1. Kas diperlukan untuk memenuhi kebutuhan uang tunai sehari-hari
  2. Kas digunakan untuk membayar semua kewajiban yang jatuh tempo
  3. Kas juga digunakan untuk melakukan investasi kembali

Jenis-jenis cash flow yang dikaitkan dengan suatu usaha terdiri dari:
  1. Initial cash flow atau lebih dikenal kas awal yang merupakan pengeluaran pada awal periode.
  2. Operasional cash flow merupakan kas yang diterima atau dikeluarkan pada sast operasi usaha, seperti penghasilan yang diterima dan pengeluaran yang dikeluarkan pada suatu periode.
  3. Terminal cash flow merupakan uang kas yang diterima pada saat usaha tersebut berakhir.

D. Kriteria Penilaian Investasi
Dalam praktiknya ada beberapa kriteria untuk menentukan apakah suatu usaha layak atau tidak untuk dijalankan ditinjau dari aspek keuangan. Adapun beberapa kriteria yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatu usaha atau investasi adalah:
  1. Payback period (PP); merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu (periode) pengembalian investasi suatu proyek atau usaha. Perhitungan ini dapat dilihat dari perhitungan kas bersih (proceed) yang diperoleh setiap tahun.
  2. Average Rate of Return (ARR): merupakan cara untuk mengukur rata-rata pengembalian bunga dengan cara membandingkan antara rata-rata laba sebelum pajak EAT dengan rata-rata investasi. 
  3. Net Present Value (NPV) : merupakan perbandingan antara PV kas bersih (PV of proceed) dan PV investasi (capital outlays) selama umur investasi. Selisih antara nilai kedua PV tersebutlah yang kita kenal dengan net present value (NPV).
  4. Internal Rate of Return (IRR): merupakan alat untuk mengukur tingkat pengembalian hasil intern.
  5. Profitability Index (PI): atau dikenal juga dengan benefit and cost ratio (B/C ratio) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi.
  6. Serta berbagai rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas.

E. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan
  1. Kreditur; pihak penyandang dana atau kreditur (lembaga keuangan) sangat berkepentingan terhadap usaha yang akan dibiayainya. Bank atau lembaga keuangan lainnya tidak mau menderita kerugian (seperti kredit macet) sehingga bank perlu mempelajari prospek usaha yang akan datang.
  2. Pemegang saham; untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan keuntungan bagi pemegang saham.
  3. Pemerintah; laporan keuangan digunakan untuk menilai kejujuran perusahaan dalam melaporkan aktivitasnya, sekaligus untuk mengetahui kewajiban perusahaan terhadap negara terutama pajak.
  4. Manajemen; laporan keuangan berguna untuk menilai kinerja manajemen perusahaan dalam mencapai target-terget yang telah ditetapkan.
  5. Karyawan; dengan adanya laporan keuangan juga untuk mengetahui  kondisi keuangan perusahaan sebenarnya. Sehingga perlu adanya peningkatan kesejahteraan apabila perusahaan mengalami keuntungan dan sebaiknya perlu melakukan perbaikan jika perusahaan mengalami kerugian.

F. Jenis-jenis laporan keuangan
  1. Neraca: merupakan laporan yang menunjukan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Posisi keuangan dimaksudkan adalah posisi aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu perusahaan.
  2. Laporan laba rugi : merupakan laporan keuangan yang menggambarkan hasil usaha dalam suatu periode tertentu. Dalam laporan ini juga menggambarkan pendapatan dan sumber-sumber pendapatan serta jumlah biaya dan jenis-jenis biaya yang dikeluarkan.
  3. Laporan arus kas : merupakan laporan yang menunjukan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas.
  4. Laporan perubahan modal: merupakan laporan yang berisi catatan terjadinya perubahan modal di perusahaan.





Sumber;
Kasmir & Jakfar. 2017. Studi Kelayakan Bisnis (edisi revisi). Jakarta: Prenadamedia Group.

Comments

Popular posts from this blog

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Teknik/Operasi

ASPEK TEKNIK OPERASI
Aspek teknik operasi juga dikenal sebagai aspek produksi. Aspek ini sangatlah penting dilakukan sebelum suatu usaha dijalankan. Penentuan kelayakan teknis/operasi perusahaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis/operasi, sehingga apabila tidak dianalisis dengan baik, maka akan berakibat fatal bagi perusahaan dalam perjalanannya dikemudian hari. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek ini adalah masalah penentuan lokasi, luas produksi, tata letak (layout), penyusunan peralatan pabrik, dan proses produksinya termasuk pemilihan teknologi. Kelengkapan kajian aspek operasi sangat tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan, karena setiap jenis usaha yag akan dijalankan, karena jenis usaha memiliki prioritas tersendiri.
Tujuan Aspek Teknis Operasi
Secara umum ada beberapa hal yang hendak dicapai dalam penilaian aspek teknis/operasi yaitu:
Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik, gudang, cabang, maupun kantor p…

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)

Pengertian AMDAL Analisis dampak lingkungan hidup (AMDAL) adalah studi yang dilakukan sebelum suatu proyek dijalankan, untuk mempelajari dampak lingkungan yang bakal timbul, baik dampak sekarang maupun mendatang. Selain untuk mengetahui dampak yang akan timbul studi ini juga mencarikan jalan keluar untuk mengatasi dampak tersebut. Arti lain analisis dampak lingkungan hidup adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak dan jika ya, maka diberikan jalan alternatif pencegahannya. Perlunya dilakukan studi AMDAL sebelum usaha dilakukan mengingat kegiatan-kegiatan investasi pada umumnya akan mengubah lingkungan hidup. Oleh karena itu menjadi penting untuk memperhatikan komponen-komponen lingkungan hidup sebelum investasi dilakukan. 
Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya antara lain:
Hutan lindung, hutan konservasiSumber daya manusiaKeanekaragaman hayatiKualitas udaraWaris…