Skip to main content

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Ekonomi Sosial

Ekonomi Makro : Materi Teori Konsumsi


Setidaknya ada empat teori konsumsi yang perlu dipelajari agar dapat mengikuti perkembagan teori-teori mukakhir. Pertama adalah teori yang diajukan oleh Jhon Maynard Keynes. Untuk selanjutnya teori ini dikenal dengan teori Keynes.

Keynesian Consumption Model

  • Keynes menjelaskan bahwa konsumsi saat ini sangat dipengaruhi oleh pendapatan disposabel  saat ini (current disposible income). Menurut Keynes ada batas konsumsi minimal yang tidak tergantung pada pendapatan. Artnya tingkat konsumsi tersebut harus dipenuhi, walaupun tingkat pendapatan sama dengan nol. Itulah yang disebut dengan konsumsi otonomus. Jika pendapatan meningkat maka konsumsi akan meningkat. Hanya saja peningkatan konsumsi tidak sebesar peningkatan pendapatan disposibel. C = C0 + b Yd
  • Kecenderungan mengonsumsi marjinal (MPC). Adalah konsep yang memberikan gambaran tentang berapa konsumsi akan bertambah bila pendapatan disposabel bertambah satu unit. 
  • Kecenderungan mengonsumsi rata-rata adalah rasio antara konsumsi total dengan pendapatan disposabel total 
  • Hubungan konsumsi dan tabungan. Adalah pendapatan disposabel yang diterima rumah tangga sebagian besar digunakan untuk konsumsi, sedangkan sisanya ditabung. Pada saat pendapatan disposabel masih rendah, setiap unit tambahan pendapatan sebagian besar dialokasikan untuk konsumsi. Yd = C + S

Model Konsumsi Siklus Hidup
Model ini dikembangkan oleh Franco Modigliani, Albert Ando, dan Richard Brumberg. Model ini berpendapat bahwa kegiatan konsumsi adalah kegiatan seumur hidup. Tingkat pendapatan disposabel berkaitan erat dengan usia seseorang selama siklus hidupnya. Model siklus hidup ini membagi perjalanan hidup manusia menjadi tiga periode:
  1. Periode belum produktif;  periode ini berlangsung dari sejak manusia lahir, bersekolah, hingga pertama kali bekerja, biasanya berkisar antara usia nol hingga dua puluh tahun. Pada periode ini umumnya manusia belum menghasilkan  pendapatan. 
  2. Periode produktif; periode ini umumnya berlangsung dari usia sekitar dua puluhan tahun, hingga usia enam puluhan tahun. Selama periode ini, tingkat penghasilan meningkat. Awalnya meningkat cepat dan mencapai puncaknya pada usia sekitar lima puluhan tahun, setelah itu tingkat pendapatan disposabel menurun, sampai akhirnya tidak mempunyai penghasilan lagi.
  3. Periode tidak produktif lagi; periode ini berlangsung setelah usia manusia melebihi enam puluh tahun. Ketuaan yang datang tidak memungkinkan mereka bekerja untuk mendapatkan penghasilan

Teori Pendapatan Permanen

Alternatif lain untuk menjelaskan pola/perilaku konsumsi adalah teori pendapatan permanen yang diajukan oleh Milton Friedman. Yang dimaksud dengan pendapatan permanen adalah tingkat pendapatan rata-rata yang diekspektasi / diharapkan dalam jangka panjang. Sumber pendapatan itu berasal dari gaji / upah dan non upah atau non gaji. Pendapatan permanen akan meningkat bila individu menilai kualitas dirinya makib baik, mampu bersaing di pasar. Dengan keyakinan tersebut ekspektasinya tentang pendapatan upah/gaji makin optimistik. Ekspektasi tentang pendapatan permanen juga akan meningkat jika individu menilai kekayaannya (non-human wealth) meningkat. Sebab dengan kondisi seperti itu pendapatan non upah diperkirakan juga meningkat.

Teori Pendapatan Relatif

Teori ini dikembangkan oleh James Dussenberry. Kendatipun mengakui pengaruh dominan pendapatan terhadap konsumsi, teori ini lebih memperhatikan aspek psikologis rumah tangga dalam menghadapi perubahan pendapatan. Dampak perubahan pendapatan disposabel jangka pendek akan berbeda dibanding dalam jangka panjang. Perbedaan ini pun dipengaruhi oleh jenis perubahan pendapatan yang dialami. Karena itu, rumah tangga memiliki dua preferensi/fungsi konsumsi , yang disebut fungsi konsumsi jangka pendek dan fungsi konsumsi jangka panjang. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi

Faktor ekonomi :
  1. Pendapatan rumah tangga
  2. Kekayaan rumah tangga
  3. Jumlah barang-barang konsumsi tahan lama dalam masyarakat
  4. Tingkat bunga
  5. Perkiraan tentang masa depan
  6. Kebijakan pemerintah mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan.

Faktor-faktor demografi (kependudukan)
  1. Jumlah penduduk; jumlah penduduk yang banyak akan memperbesar pengeluaran konsumsi secara menyeluruh, walaupun pengeluaran rata-rata perkeluarga retif rendah.
  2. Komposisi penduduk; komposisi penduduk suatu negara dapat dilihat dari beberapa klasifikasi, diantaranya: usia produktif, tingkat pendidikan, dan wilayah tinggal. 

Faktor-fakor non ekonomi

Faktor-faktor non ekonomi yang paling berpengaruh terhadap besarnya konsumsi adalah faktor sosial budaya masyarakat. Misalnya saja, berubahnya pola kebiasaan makan, perubahan etika, dan tata nilai karena ingin meniru kelompok masyarakat lain yang dianggap lebih hebat (tipe ideal). Sikap tersebut mungkin diakibatkan pengaruh dari kehidupan kelompok kaya yang mereka tonton di televisi. 


Sumber:
Pratama Rahardja dan Mandala Manurung. 2008. Teori Ekonomi Makro edisi keempat. Jakarta : LPFE UI

Comments

Popular posts from this blog

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Teknik/Operasi

ASPEK TEKNIK OPERASI
Aspek teknik operasi juga dikenal sebagai aspek produksi. Aspek ini sangatlah penting dilakukan sebelum suatu usaha dijalankan. Penentuan kelayakan teknis/operasi perusahaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis/operasi, sehingga apabila tidak dianalisis dengan baik, maka akan berakibat fatal bagi perusahaan dalam perjalanannya dikemudian hari. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek ini adalah masalah penentuan lokasi, luas produksi, tata letak (layout), penyusunan peralatan pabrik, dan proses produksinya termasuk pemilihan teknologi. Kelengkapan kajian aspek operasi sangat tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan, karena setiap jenis usaha yag akan dijalankan, karena jenis usaha memiliki prioritas tersendiri.
Tujuan Aspek Teknis Operasi
Secara umum ada beberapa hal yang hendak dicapai dalam penilaian aspek teknis/operasi yaitu:
Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik, gudang, cabang, maupun kantor p…

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Keuangan

ASPEK KEUANGAN Investasi yang dilakukan dalam berbagai bidang bisnis (usaha), sudah barang tentu memerlukan sejumlah modal (uang), disamping keahlian lainnya. Modal yang digunakan untuk membiayai suatu bisnis, mulai dari biaya prainvestasi, biaya investasi dalam aktiva tetap, hingga modal kerja. Untuk pertama kali modal digunakan untuk membiayai biaya prainvestasi, seperti pengurusan izin-izin dan pembuatan studi usaha. Kemudian selanjutnya yang harus dikeluarkan adalah untuk pembelian aktiva tetap seperti pembelian tanah, pendirian bangunan atau gedung, pembelian mesin-mesin, dan aktiva tetap lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai sumber dana yang ada, baik bersumber dari modal sendiri atau modal pinjaman.  Secara keseluruhan penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti: Sumber-sumber dana yang akan diperolehKebutuhan biaya investasiEstimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya y…

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)

Pengertian AMDAL Analisis dampak lingkungan hidup (AMDAL) adalah studi yang dilakukan sebelum suatu proyek dijalankan, untuk mempelajari dampak lingkungan yang bakal timbul, baik dampak sekarang maupun mendatang. Selain untuk mengetahui dampak yang akan timbul studi ini juga mencarikan jalan keluar untuk mengatasi dampak tersebut. Arti lain analisis dampak lingkungan hidup adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak dan jika ya, maka diberikan jalan alternatif pencegahannya. Perlunya dilakukan studi AMDAL sebelum usaha dilakukan mengingat kegiatan-kegiatan investasi pada umumnya akan mengubah lingkungan hidup. Oleh karena itu menjadi penting untuk memperhatikan komponen-komponen lingkungan hidup sebelum investasi dilakukan. 
Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya antara lain:
Hutan lindung, hutan konservasiSumber daya manusiaKeanekaragaman hayatiKualitas udaraWaris…