Skip to main content

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Ekonomi Sosial

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)

Pengertian AMDAL

Analisis dampak lingkungan hidup (AMDAL) adalah studi yang dilakukan sebelum suatu proyek dijalankan, untuk mempelajari dampak lingkungan yang bakal timbul, baik dampak sekarang maupun mendatang. Selain untuk mengetahui dampak yang akan timbul studi ini juga mencarikan jalan keluar untuk mengatasi dampak tersebut. Arti lain analisis dampak lingkungan hidup adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak dan jika ya, maka diberikan jalan alternatif pencegahannya. Perlunya dilakukan studi AMDAL sebelum usaha dilakukan mengingat kegiatan-kegiatan investasi pada umumnya akan mengubah lingkungan hidup. Oleh karena itu menjadi penting untuk memperhatikan komponen-komponen lingkungan hidup sebelum investasi dilakukan. 

Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya antara lain:

  1. Hutan lindung, hutan konservasi
  2. Sumber daya manusia
  3. Keanekaragaman hayati
  4. Kualitas udara
  5. Warisan alam dan budaya
  6. Kenyamanan lingkungan
  7. Nilai-nilai budaya yang berorientasi selaras dengan lingkungan hidup

Dampak negatif yang mungkin akan timbul
1. Terhadap tanah dan kehutanan

  • Menjadi tidak subur
  • Kurang jumlahnya
  • Erosi 
  • Tailing
  • Kepunahan keanekaragaman hayati

2.    Terhadap Air

  • Berubah warna
  • Berubah rasa
  • Berbau
  • Kekeringan
  • Menimbulkan berbagai penyakit

3. Terhadap Udara

  • Udara di sekitar lokasi berdebu
  • Menimbulkan radiasi
  • Suara yang bising
  • Aroma yang tidak sedap
  • Suhu udara menjadi panas

4.    Terhadap Manusia

  • Menimbulkan berbagai penyakit (bagi karyawan dan masyarakat sekitar)
  • Berubahnya budaya dan perilaku masyarakat sekitar
  • Rusaknya adat istiadat masyarakat setempat


Beberapa alternatif penyelesaian masalah lingkungan


  • Melakukan rehabilitasi lahan
  • Memasang filter air/saringan air
  • Membuat saluran pembuangan yang teratur
  • Memberikan obat untuk menetralisir air yang tercemar
  • Memasang filter udara
  • Memasang alat kedap suara
  • Karyawan diberikan alat keamanan kerja
  • Menyediakan tempat kesehatan untuk karyawan dan masyarakat sekitar.
  • dll

Tujuan dan kegunaan studi AMDAL

Tujuan:
  • Mengidentifikasi semua rencana usaha yang akan dilaksanakan terutama yang menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan
  • Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting
  • Memperkirakan dan mengevaluasi rencana usaha atau kegiatan usaha yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup
  • Merumuskan RKL dan RPL
Kegunaan:
  • Sebagai bahan bagi perencana dan pengelola usaha dan pembangunan wilayah
  • Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha
  • Memberi masukan untuk penyusunan desain perinci teknis dari usaha atau kegiatan
  • Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dari rencana usaha atau kegiatan
  • Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha atau kegiatan.

Rona lingkungan hidup

Rona lingkungan hidup pada umumnya sangat beraneka ragam dalam bentuk, ukuran, tujuan, sasaran, letak geografi, pengaruh manusia dan sebagainya. Karena itu, kemungkinan timbulnya dampak lingkungan hidup pun berbeda-beda sesuai dengan ruang lingkungan yang ada.
Hal-hal yang perlu dicermati dalam rona lingkungan hidup :
  • Wilayah studi rencana usaha atau kegiatan. Dengan mengungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan hidup yang berpotensi terkena dampak penting dari usaha
  • Kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumber daya alam yang ada diwilayah studi rencana usaha, baik yang sudah dan yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi, penyajian kondisi sumber daya alam perlu dikemukakan dalam Peta, diagram, gambar, grafik atau foto.

Sistematika penyusunan dokumen AMDAL
Analisis dampak lingkungan hidup (AMDAL) perlu disusun secara sistematis sehingga dapat:
  1. Langsung mengemukakan masukan penting yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan, perencanaan, dan pengelolaan rencana usaha dan/atau kegiatan.
  2. Mudah dipahami isinya oleh semua pihak termasuk masyarakat.
  3. Memuat uraian singkat tentang :
  • Rencana usaha dan/atau kegiatan dengan berbagai kemungkinan dampak besar dan pentingnya, baik pada tahap prakonstruksi, konstruksi, operasi, maupun pascaoperasi.
  • Keterangan mengenai kemungkinan adanya kesenjangan data informasi serta berbagai kekurangan dan keterbatasan yang dihadapi selama menyusun AMDAL.
  • Hal ini yang dipandang sangat perlu untuk melengkapi ringkasan.




Sumber:
Kasmir & Jakfar. 2017. Studi Kelayakan Bisnis Edisi Revisi. Jakarta : Prenadamedia Group 

Comments

Popular posts from this blog

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Teknik/Operasi

ASPEK TEKNIK OPERASI
Aspek teknik operasi juga dikenal sebagai aspek produksi. Aspek ini sangatlah penting dilakukan sebelum suatu usaha dijalankan. Penentuan kelayakan teknis/operasi perusahaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis/operasi, sehingga apabila tidak dianalisis dengan baik, maka akan berakibat fatal bagi perusahaan dalam perjalanannya dikemudian hari. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek ini adalah masalah penentuan lokasi, luas produksi, tata letak (layout), penyusunan peralatan pabrik, dan proses produksinya termasuk pemilihan teknologi. Kelengkapan kajian aspek operasi sangat tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan, karena setiap jenis usaha yag akan dijalankan, karena jenis usaha memiliki prioritas tersendiri.
Tujuan Aspek Teknis Operasi
Secara umum ada beberapa hal yang hendak dicapai dalam penilaian aspek teknis/operasi yaitu:
Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik, gudang, cabang, maupun kantor p…

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Keuangan

ASPEK KEUANGAN Investasi yang dilakukan dalam berbagai bidang bisnis (usaha), sudah barang tentu memerlukan sejumlah modal (uang), disamping keahlian lainnya. Modal yang digunakan untuk membiayai suatu bisnis, mulai dari biaya prainvestasi, biaya investasi dalam aktiva tetap, hingga modal kerja. Untuk pertama kali modal digunakan untuk membiayai biaya prainvestasi, seperti pengurusan izin-izin dan pembuatan studi usaha. Kemudian selanjutnya yang harus dikeluarkan adalah untuk pembelian aktiva tetap seperti pembelian tanah, pendirian bangunan atau gedung, pembelian mesin-mesin, dan aktiva tetap lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai sumber dana yang ada, baik bersumber dari modal sendiri atau modal pinjaman.  Secara keseluruhan penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti: Sumber-sumber dana yang akan diperolehKebutuhan biaya investasiEstimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya y…