Skip to main content

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Ekonomi Sosial

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Pendahuluan

Investasi

Menurut William F.S. Investasi adalah mengorbankan dollar sekarang untuk dollar di masa yang akan datang. Dari pengertian ini terkandung dua atribut penting di dalam investasi yaitu resiko dan tenggang waktu. Mengorbankan uang artinya menanmkan sejumlah dana dalam suatu usaha saat sekarang. Kemudian mengharapkan pengembalian disertai keuntungan dimasa yang akan datang. Pengorbanan sekarang mengandung suatu kepastian bahwa uang yang digunakan untuk investasi sudah pasti dikeluarkan. Adapun hasil di masa mendatang bersifat tidak pasti.

Investasi yang dilakuakn biasanya disesuaikan dengan tujuan perusahaan dan bentuk usahanya, diantaranya : 
  • Profit (semata-mata mencari keuntungan)
  • Sosial (Semata-mata membantu masyarakat)
  • Profit & Sosial (kombinasi ke-duanya)

Agar tujuan perusahaan tersebut tercapai sesuai yang diinginkan, sebaiknya sebelum melakukan investasi didahului dengan satu studi. Dalam dunia bisnis, studi ini dikenal dengan “studi kelayakan bisnis”. Studi kelayakan bisnis dilakukan untuk mengidentifikasikan masalah di masa yang akan datang, sehingga dapat meminimalkan kemungkinan melesetnya hasil yang ingin dicapai dalam suatu investasi. Dengan kata lain, studi kelayakan bisnis akan memperhitungkan hal-hal yang akan menghambat atau peluang dari investasi yang dijalankan.

Pengertian Studi Kelayakan Bisnis

Studi adalah mempelajari secara mendalam atau meneliti secara sungguh-sungguh data dan informasi yang ada, kemudian diukur, dihitung, dan dianalisis hasil penelitian tersebut dengan menggunakan metode-metode tertentu. Kelayakan adalah menentukan apakah usaha yang dijalankan akan memberikan manfaat atau keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan. Bisnis adalah usaha dijalankan dengan tujuan utamanya untuk memperoleh keuntungan. Secara umum keuntungan yang dimaksud adalah keuntungan finansial, namun sebagian perusahaan non profit  bertujuan memperoleh keuntungan non finansial. Maka dapat disimpulkan studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kegagalan Usaha
  1. Data dan informasi tidak lengkap; dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.
  2. Tidak teliti; kurang teliti dalam melatih atau mencari tenaga yang benar-benar ahli dibidangnya.
  3. Salah perhitungan; penggunaan metode atau cara kerja yang tidak tepat
  4. Pelaksanaan pekerjaan yang salah; menjalankan bisnis tidak sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.
  5. Kondisi lingkungan; adanya perubahan ekonomi, politik, hukum, bencana alam, dll
  6. Unsur sengaja; melakukan kecurangan dalam bisnis.


Tujuan Studi Kelayakan Bisnis
  1. Menghindari resiko kerugian; bertujuan untuk meminimalkan resiko yang tidak diinginkan/ketidakpastian dimasa akan datang.
  2. Memudahkan perencanaan; memudahkan dalam menyususn kegiatan atau langkah-langkah dalam menjalankan perusahaan (dana, sdm, cara, waktu, dll).
  3. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan; sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan. Sehingga pengerjaan usaha dapat dilakukan secara sistematik, sehingga tepat sasaran dan sesuai dengan rencana yang sudah disusun.
  4. Memudahkan pengawasan; pengawasan dilakukan agar pelaksanaan tidak melenceng dari rencana yang telah disusun. Pelaksana pekerjaan bisa sungguh-sungguh melakukan pekerjaannya karena merasa diawasi.
  5. Memudahkan pengendalian; jika dalam pelaksanaan pekerjaan telah dilakukan pengawasan, maka apabila terjadi suatu penyimpangan akan mudah terdeteksi, sehingga akan dapat dilakukan pengendalian atas penyimpangan tersebut.


Manfaat Bisnis
  1. Memperoleh keuntungan; keuntungan biasanya diukur dari nilai uang yang akan diperoleh dari hasil usaha yang dijalankannya.
  2. Membuka lapangan pekerjaan; dengan adanya usaha jelas akan membuka peluang pekerjaan kepada masyarakat, baik bagi masyarakat yang terlibat langsung dengan usaha atau masyarakat yang tinggal sekitar lokasi usaha.
  3. Manfaat ekonomi; menambah jumlah barang dan jasa, meningkatkan mutu produk, meningkatkan devisa, menghemat devisa.
  4. Tersedia sarana dan prasarana; manfaat yang dirasakan seperti tersediannya sarana, dan prasarana yang dibutuhkan seperti jalan, telepon, air, penerangan, pendidikan, dll.
  5. Membuka isolasi wilayah; wilayah yang tadinya tertutup menjadi terbuka sehingga akses masyarakat akan lebih baik. 
  6. Meningkatkan persatuan dan pemerataan pembangunan; biasanya pekerja yang bekerja dalam suatu proyek datang dari berbagai suku bangsa. Pertemuan dari berbagai suku bangsa dapat meningkatkan persatuan. Kemudian dengan adanya proyek diberbagai daerah akan memberikan pemerataan pembangunan diseluruh wilayah.


Pihak yang Memerlukan Studi Kelayakan
  1. Pemilik usaha; sangat berkepentingan terhadap hasil dari studi kelayakan yang telah dibuat, hal ini disebabkan para pemilik tidak mau jika sampai dana yang ditanamkan akan mengalami kerugian.
  2. Kreditur; pihak pemberi pinjaman akan sangat berhatihati sebelum pinjaman diberikan ini terkait dengan kemapuan peminjam dalam mengembalikan pinjaman dikemudian hari.
  3. Pemerintah; memberikan keyakinan apakah bisnis yang dijalankan akan memberikan manfaat bagi perekonomian, dan masyarakat luas.
  4. Masyarakat; memberikan penilaian apakah bisnis yang dijalankan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar (lapangan pekerjaan, fasilitas umum, dll).
  5. Manajemen; sebagai penilaian apakah bisnis yang dijalankan telah sesuai dengan rencana, dan telah menunjukan prestasi kerja pihak manajemen.


Aspek-Aspek Penilaian Bisnis
  1. Aspek Hukum ; terkait dengan masalah kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan, mulai dari bentuk badan usaha sampai izin-izin yang dimiliki.
  2. Aspek Pasar dan Pemasaran; terkait dengan seberapa besar potensi pasar yang ada untuk produk yang ditawarkan dan seberapa besar market share yang dikuasai oleh pesaing saat ini, serta menentukan strategi pemasaran yang akan dijalankan.
  3. Aspek Keuangan; terkait untuk menilai biaya-biaya apa saja yang akan dikeluarkan dan seberapa besar biaya tersebut dikeluarkan.
  4. Aspek Teknis/operasi; terkait dengan upaya dalam mengenal lokasi usaha, menentukan layout gedung, mesin, peralatan, sampai kepada perluasan usaha selanjutnya.
  5. Aspek Manajemen/organisasi: terkait dengan sumber daya manusia, dalam menentukan para pengelola (yang profesional) dan struktur organisasi (sesuai dengan bentuk dan tujuan usahanya).
  6. Aspek Ekonomi sosial; terkait untuk melihat seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan ketika bisnis ini dijalankan. Dampak ekonomi seperti; peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. Dampak sosial seperti tersedianya sarana dan prasarana.
  7. Aspek Dampak Lingkungan;  terkait dengan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan (darat, air, udara) yang pada akhirnya dapat berdampak terhadap kehidupan manusia, binatang dan tumbuhan yang disekitarnya.


Tahap-Tahap Dalam Studi Kelayakan Bisnis
  1. Pengumpulan data dan informasi; mengumpulkan data selengkap mungkin baik data kuantitatif maupun kualitatif, informasi dapat diperoleh dari berbagai sumber yang dapat dipercaya. Misalnya dari lembaga yang berwenang (BPS, BKPM, BAPEPAM BI, dll)
  2. Melakukan pengolahan data; pengolahan data dilakukan secara teliti, benar dan akurat dengan metode-metode dan ukuran-ukuran yang telah lazim digunakan untuk bisnis.
  3. Analisis data; Analisis data dilakukan dalam rangka menentukan kriteria kelayakan dari seluruh aspek. Kelayakan bisnis ditentukan dari kriteria yang telah memenuhi syarat sesuai kriteria yang layak digunakan.
  4. Mengambil Keputusan; Mengambil keputusan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan apakah layak atau tidak dengan ukuran yang telah ditentukan berdasarkan hasil perhitungan sebelumnya.
  5. Memberikan rekomendasi; langkah terakhir yaitu memberikan rekomendasi kepada pihak pihak tertentu terhadap laporan studi yang telah disusun. Dalam memberikan rekomendasi diberikan juga saran-saran serta perbaikan yang perlu, jika memang masih dibutuhkan.


Sumber-Sumber Data dan Informasi
Data informasi yang digunakan sebaiknya diambil dari sumber-sumber terpercaya, atau yang dikeluarkan lembaga berwenang. Seperti; 
  1. Publikasi koran ataupun majalah.
  2. Publikasi Bank Indonesia atau lembaga keuangan lainnya.
  3. Biro pusat statistik (BPS)
  4. Data yang bersumber dari lembaga-lembaga penelitian resmi seperti LIPI, dll. 
  5. Departemen/ Dinas pemerintahan
  6. Data atau informasi yang bersumber dari universitas atau perguruan tinggi lainnya.





Sumber;
Kasmir & Jakfar. 2017. Studi Kelayakan Bisnis (edisi revisi). Jakarta: Prenadamedia Group.


Comments

Popular posts from this blog

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Teknik/Operasi

ASPEK TEKNIK OPERASI
Aspek teknik operasi juga dikenal sebagai aspek produksi. Aspek ini sangatlah penting dilakukan sebelum suatu usaha dijalankan. Penentuan kelayakan teknis/operasi perusahaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis/operasi, sehingga apabila tidak dianalisis dengan baik, maka akan berakibat fatal bagi perusahaan dalam perjalanannya dikemudian hari. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek ini adalah masalah penentuan lokasi, luas produksi, tata letak (layout), penyusunan peralatan pabrik, dan proses produksinya termasuk pemilihan teknologi. Kelengkapan kajian aspek operasi sangat tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan, karena setiap jenis usaha yag akan dijalankan, karena jenis usaha memiliki prioritas tersendiri.
Tujuan Aspek Teknis Operasi
Secara umum ada beberapa hal yang hendak dicapai dalam penilaian aspek teknis/operasi yaitu:
Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik, gudang, cabang, maupun kantor p…

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Keuangan

ASPEK KEUANGAN Investasi yang dilakukan dalam berbagai bidang bisnis (usaha), sudah barang tentu memerlukan sejumlah modal (uang), disamping keahlian lainnya. Modal yang digunakan untuk membiayai suatu bisnis, mulai dari biaya prainvestasi, biaya investasi dalam aktiva tetap, hingga modal kerja. Untuk pertama kali modal digunakan untuk membiayai biaya prainvestasi, seperti pengurusan izin-izin dan pembuatan studi usaha. Kemudian selanjutnya yang harus dikeluarkan adalah untuk pembelian aktiva tetap seperti pembelian tanah, pendirian bangunan atau gedung, pembelian mesin-mesin, dan aktiva tetap lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai sumber dana yang ada, baik bersumber dari modal sendiri atau modal pinjaman.  Secara keseluruhan penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti: Sumber-sumber dana yang akan diperolehKebutuhan biaya investasiEstimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya y…

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)

Pengertian AMDAL Analisis dampak lingkungan hidup (AMDAL) adalah studi yang dilakukan sebelum suatu proyek dijalankan, untuk mempelajari dampak lingkungan yang bakal timbul, baik dampak sekarang maupun mendatang. Selain untuk mengetahui dampak yang akan timbul studi ini juga mencarikan jalan keluar untuk mengatasi dampak tersebut. Arti lain analisis dampak lingkungan hidup adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak dan jika ya, maka diberikan jalan alternatif pencegahannya. Perlunya dilakukan studi AMDAL sebelum usaha dilakukan mengingat kegiatan-kegiatan investasi pada umumnya akan mengubah lingkungan hidup. Oleh karena itu menjadi penting untuk memperhatikan komponen-komponen lingkungan hidup sebelum investasi dilakukan. 
Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya antara lain:
Hutan lindung, hutan konservasiSumber daya manusiaKeanekaragaman hayatiKualitas udaraWaris…