Skip to main content

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Ekonomi Sosial

Analisis Informasi Keuangan - Materi Inflasi

 

Salah satu persoalan ekonomi yang sering diangkat menjadi komoditas politik adalah inflasi. Sebuah pemerintahan dianggap gagal bila tidak berhasil mengatasi masalah tersebut. Mengapa inflasi menjadi masalah yang sensitif bagi sebuah pemerintahan ? Pertanyaan ini akan dicoba dijawab dalam materi berikut ini. Materi ini juga akan memberikan informasi dasar pengertian tentang arti, penyebab, dan dampak-dampak negatif dari inflasi.

Definisi dan pengertian inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus-menerus. Dari definisi ini, ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan inflasi. Yaitu; kenaikan harga, bersifat umum, terus menerus. Harga suatu komoditas dikatakan naik jika menjadi lebih tinggi dari pada harga periode sebelumnya. Kenaikan harga suatu komoditas memiliki dampak atau pengaruh terhadap harga-harga komoditas lain. Perhitungan inflasi umumnya dilakukan dalam rentang yang bukan sesaat, minimal bulanan.

Jenis-jenis Inflasi

Inflasi dapat dijelaskan dalam beberapa jenis, berdasarkan tingkat keparahan dan penyebabnya. Adapun berdasarkan tingkat keparahan inflasi dapat dibagi sebagai berikut:
  1. Inflasi ringan  : jika kenaikan harga dibawah angka 10% setahun 
  2. Inflasi sedang : jika kenaikan harga diantara angka 10%-30% setahun
  3. Inflasi berat    : jika kenaikan harga diantara angka 30%-100% setahun
  4. Inflasi Hiper   : jika kenaikan harga diatas angka 100% setahun

Selanjutnya inflasi dapat dibagi berdasarkan penyebabnya, yaitu;
  • Demand pull inflation, disebabkan meningkatnya jumlah permintaan barang dan jasa, contoh kenaikan harga suatu komoditas menjelang ramadhan & hari raya.
  • Cost push inflation, disebabkan oleh keniakan biaya produksi. contoh kenaikan bahan baku suatu barang akan mengakibatkan kenaikan pula pada harga barang tersebut.
  • Mix inflation, inflasi yang terjadi disebabkan oleh kombinasi (campuran) yaitu antara tarikan permintaan dan dorongan biaya produksi.

Dampak Inflasi
Harus diakui, sampai tingkat tertentu, inflasi dibutuhkan untuk memicu pertumbuhan penawaran agregat. Sebab kenaikan harga akan memacu produsen untuk meningkatkan outputnya. Kendatipun belum dapat dibuktikan secara matematis, umumnya ekonom sepakat bahwa inflasi yang aman adalah 5% per tahun. Jika terpaksa, maksimal 10% per tahun. Jika inflasi telah melebihi angka 10% maka umumnya sudah mulai sangat mengganggu stabilitas ekonomi. Apalagi sampai level hiperinflasi (hyper-inflation). Beberapa masalah yang muncul dari inflasi yang tinggi daiantaranya sebagai berikut;
  • Terhambatnya pertumbuhan ekonomi negara karena berkurangnya kegiatan investasi dan menabung
  • Inflasi merugikan orang yang berpendapatan tetap
  • Inflasi merugikan investor dan kreditur
  • Daya saing perusahaan melunak
  • Efisiensi menurun karena tingginya biaya produksi
  • Arus impor meningkat sehingga menimbulkan defisit anggaran belanja, neraca perdagangan dan cadangan devisa.
  • Inflasi dapat meningkatkan angka pengangguran 

Walaupun hampir secara keseluruhan inflasi memiliki dampak negatif, tetapi untuk inflasi pada level ringan akan memberikan pengaruh positif bagi sebagian pihak, seperti:
  • Inflasi akan meningkatkan pendapatan bagi konglomerat/pengusaha
  • Inflasi menguntungkan bagi orang yang memiliki kekayaan dalam bentuk barang berharga seperti emas, tanah, dll karena pada saat inflasi harga jual barang berharga akan ikut meningkat.
  • Buruh yang tergabung dalam serikat kerja yang kuat, dapat menuntut upah naik bahkan bisa melebihi dari tingkat inflasi.
  • Biaya produksi naik sehingga harga komoditi ekspor ikut naik

Beberapa indikator Inflasi
Ada beberapa indikator ekonomi makro yang digunakan untuk mengetahui laju inflasi selama satu periode tertentu, diantaranya sebagai berikut:
  1. Indeks harga konsumen (consumer price index) ; IHK adalah angka indeks yang menunjukan tingkat harga barang dan jasa yang harus dibeli konsumen dalam suatu periode tertentu. Angka IHK diperoleh dengan menghitung harga-harga barang dan jasa utama yang dikonsumsi masyarakat dalam satu periode tertentu. Masing-masing harga barang tersebut diberi bobot (weighted) berdasarkan tingkat keutamaannya. Barang dan jasa yang dianggap paling penting diberi bobot yang paling besar. Di Indonesia penghitungan IHK dilakukan dengan mempertimbangkan sekitar beberapa ratus komoditas pokok. Untuk lebih mencerminkan keadaan yang sebenarnya, perhitungan IHK dilakukan dengan melihat perkembangan regional, yaitu dengan mempertimbangkan tingkat inflasi kota-kota besar, terutama ibukota propinsi-propinsi di Indonesia.
  2. Indeks harga perdagangan besar (Wholesale price index) ; Jika IHK melihat inflasi dari sisi konsumen, maka indeks harga perdagangan besar (IHPB) melihat dari sisi produsen. Oleh karena itu IHPB sering juga disebut sebagai indeks harga produsen (producer price index). IHPB menunjukan tingkat harga yang diterima produsen pada berbagai tingkat produksi.
  3. Indeks harga implisit (GDP dflator) ; Walaupun sangat bermanfaat, IHK dan IHPB memberikan gambaran laju inflasi yang sangat terbatas. Sebab, dilihat dari metode penghitunggannya, kedua indikator tersebut hanya melingkupi beberapa puluh atau mungkin ratus jenis barang jasa, di beberapa puluh kota saja. Padahal dalam kenyataan, jenis barang dan jasa yang diproduksi atau dikonsumsi dalam sebuah perekonomian dapat mencapai ribuan, puluhan ribu bahkan mungkin ratusan ribu jenis. Kegiatan ekonomi juga terjadi tidak hanya di beberapa kota saja, melainkan seluruh pelosok wilayah. Untuk mendapatkan gambaran inflasi yang paling mewakili keadaan sebenarnya, ekonom menggunakan indeks harga implisit (GDP deflator), disingkat IHI.



Sumber:
Amilin. 2017. Analisis Informasi Keuangan. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka
Pratama Rahardja dan Mandala Manurung. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi edisi ketiga. Jakarta : LPFE UI

Comments

Popular posts from this blog

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Teknik/Operasi

ASPEK TEKNIK OPERASI
Aspek teknik operasi juga dikenal sebagai aspek produksi. Aspek ini sangatlah penting dilakukan sebelum suatu usaha dijalankan. Penentuan kelayakan teknis/operasi perusahaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis/operasi, sehingga apabila tidak dianalisis dengan baik, maka akan berakibat fatal bagi perusahaan dalam perjalanannya dikemudian hari. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek ini adalah masalah penentuan lokasi, luas produksi, tata letak (layout), penyusunan peralatan pabrik, dan proses produksinya termasuk pemilihan teknologi. Kelengkapan kajian aspek operasi sangat tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan, karena setiap jenis usaha yag akan dijalankan, karena jenis usaha memiliki prioritas tersendiri.
Tujuan Aspek Teknis Operasi
Secara umum ada beberapa hal yang hendak dicapai dalam penilaian aspek teknis/operasi yaitu:
Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik, gudang, cabang, maupun kantor p…

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Aspek Keuangan

ASPEK KEUANGAN Investasi yang dilakukan dalam berbagai bidang bisnis (usaha), sudah barang tentu memerlukan sejumlah modal (uang), disamping keahlian lainnya. Modal yang digunakan untuk membiayai suatu bisnis, mulai dari biaya prainvestasi, biaya investasi dalam aktiva tetap, hingga modal kerja. Untuk pertama kali modal digunakan untuk membiayai biaya prainvestasi, seperti pengurusan izin-izin dan pembuatan studi usaha. Kemudian selanjutnya yang harus dikeluarkan adalah untuk pembelian aktiva tetap seperti pembelian tanah, pendirian bangunan atau gedung, pembelian mesin-mesin, dan aktiva tetap lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai sumber dana yang ada, baik bersumber dari modal sendiri atau modal pinjaman.  Secara keseluruhan penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti: Sumber-sumber dana yang akan diperolehKebutuhan biaya investasiEstimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya y…

Studi Kelayakan Bisnis : Materi Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)

Pengertian AMDAL Analisis dampak lingkungan hidup (AMDAL) adalah studi yang dilakukan sebelum suatu proyek dijalankan, untuk mempelajari dampak lingkungan yang bakal timbul, baik dampak sekarang maupun mendatang. Selain untuk mengetahui dampak yang akan timbul studi ini juga mencarikan jalan keluar untuk mengatasi dampak tersebut. Arti lain analisis dampak lingkungan hidup adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak dan jika ya, maka diberikan jalan alternatif pencegahannya. Perlunya dilakukan studi AMDAL sebelum usaha dilakukan mengingat kegiatan-kegiatan investasi pada umumnya akan mengubah lingkungan hidup. Oleh karena itu menjadi penting untuk memperhatikan komponen-komponen lingkungan hidup sebelum investasi dilakukan. 
Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya antara lain:
Hutan lindung, hutan konservasiSumber daya manusiaKeanekaragaman hayatiKualitas udaraWaris…